Pagi ini saya (merasa) cantik sekali. Padahal sudah berhari-hari rasanya saya adalah the beast, makhluk buruk rupa dari negeri antah berantah. Berkali-kali saya menengok ke cermin, namun apa yang terpampang di cermin memang bukan mimpi: Pantulan wajah yang terukir di sana sungguh menarik, bahkan dalam pandangan mata saya sendiri. Engkau juga ingin melihatnya wahai ukhti?
Tataplah mata saya! Maka engkau akan mendapati apa yang saya dapati di cermin pagi ini. Mata itu berbinar-binar bak bintang bercahaya meski tanpa soft lens. Kelopaknya yang tanpa eyeshadow tampak segar, sehat dan penuh. Tak ada sembab maupun kantung lebam disekitarnya.
Sungguh, pagi ini saya (merasa) cantik sekali.
Lihatlah pipi saya! Dan engkau akan melihat apa yang saya lihat di kaca pagi ini. Pipi yang tanpa bedak dan blush on itu bersemu, lembut dan jernih. Urat-uratnya rileks dan santai. Permukaannya halus tanpa jerawat.
Betul, pagi ini saya (merasa) cantik sekali.
Lihatlah senyum di bibir saya! Pasti engkau akan menyaksikan apa yang saya saksikan di cermin pagi ini. Senyum di bibir yang tanpa lipstick itu sedemikian merekah.
Benar, pagi ini saya (merasa) cantik sekali.
Lihatlah dagu belah saya! Maka engkau akan melihat apa yang saya lihat pagi ini. Dagu yang mengkilat itu terangkat lurus, sejajar dengan rahang yang kokoh namun lembut.
Maka hal apakah gerangan yang menjadikan hari ini saya (merasa) cantik sekali? Maukah engkau menelusurinya bersamaku wahai Ukhti? Agar kita bisa berbagi nanti.
Tadi pagi saya bangun dengan badan segar, shalat subuh, kemudian membaca wirid ma’tsurat sambil gerak badan di halaman. Tak ada acara bergelung kembali pasca subuh. Mengisi rongga dada dengan udara pagi yang bersih penuh-penuh. Hingga kulit pun terasa ikut bernapas lewat segenap pori-porinya. Aha! Mungkin itu yang membangunkan seluruh pori-pori saya dan memberikan kesegaran pada permukaan kulitnya. Dan seluruh urat syaraf pun menjadi rileks dan santai, hingga menyebabkan pipi ini bersemi, halus, lembut dan jernih, memancarkan gembira dan riang hati.
Mengapakah saya bisa bangun pagi dengan segar dan tidak tidur lagi sehabis salat subuh?
Tadi malam! Ya, semalam saya tidur nyenyak sekali tanpa mimpi. Padahal sebelumnya tidur saya hampir selalu dihinggapi mimpi yang melelahkan. Hingga saat saya bangun, seputar mata pun menyisakan kantong mata berwarna legam. Dan akhirnya tidur lagi sehabis shalat subuh yang menyebabkan mata menjadi sembab. Aha! Mungkin ini yang menyebabkan kelopak mata saya segar, sehat dan penuh, serta tidak sembab atau berkantung, menggambarkan pemiliknya tidur nyenyak tanpa beban.
Mengapa saya dapat tidur tanpa diganggu mimpi?
Hmm, tadi malam menjelang tidur saya tak lupa membaca doa, kemudian mengantar tidur dengan ayat kursi, wirid dan mengulang hafalan meskipun sedikit. Saya juga sempat mengingat kembali apa yang telah saya lakukan hari itu bagi diri saya dan orang lain. Kemudian mengikhlaskan diri atas semua interaksi dengan segala makhluk. Menutup mata sambil mengais nurani penuh-penuh dengan cinta, sampai ruh melayang meninggalkan rag. Aha! Bisa jadi itu yang menyebabkan mata saya berbinar, memancarkan aura semangat dan cinta yang tulus dari hati.
Jauh sebelum subuh tiba, Alloh membangunkan saya untuk beberapa rekaat shalat lail dan witir. Aha! Barangkali hal ini yang menyebabkan saya mampu mengangkat dagu sejajar dengan rahang. Penuh percaya diri, karena yakin Alloh menyertai.
Dan akhirnya, saya dapat mengakhiri aktifitas domestik saya pagi ini dengan santai sebelum memulai aktifitas publik. Tak lagi dikejar-kejar waktu. Menyapa setiap tetangga kamar dan tetangga rumah dengan gembira dan senyum lebar, meluluskan keramahan yang tulus. Dari teman sebaya, ibu-ibu, nenek-nenek, bapak-bapak, teman kecil saya hingga kucing tak bertuan yang menumpang di sofa depan: Assalaamu’alaikum. Apakabar pagi ini? Ibu sehat? Hi, mau berangkat sekolag dek? Assalaamu’alaikum adik bayi? Hi, kucing manis. Nyenyak tidurmu tadi malam?
Segala puji bagi Alloh! Sungguh! Saya (merasa) cantik sekali pagi ini.
Dan tiba-tiba saya ingat. Semua sikap jiwa akan berimbas kepada penampilan fisik. Semangat dan optimisme akan memancar dan menjadikan mata berbinar-binar, sebagaimana luka dan kesedihan meredupkan cahaya penglihatan. Kedamain, kebersihan hati dan sikap positif akan terbayang pada senyum yang rekah penuh keramahan, sebagaimana kedengkian dan kemarahan akan mengeruhkan roman muka. Kepasrahan dan kepercayaan pada Alloh, akan memancarkan aura wajah yang jernih dan segar, sebagiamana keputusasaan akan menyebabkan kelesuan.
Maha suci Alloh, yang telah mengaruniakan kecantikan pada saya pagi ini.
PS : pssttt...Saya benar-benar cantik..(hahahaaa...Narsis)






